Nisa Aulia

Bagaimana Aku Menemukan Gaya Visualku sebagai Model & Muse

Bagaimana Aku Menemukan Gaya Visualku sebagai Model & Muse

Aku tidak pernah bangun suatu pagi dan berkata, “Ini gaya visualku.”

3 min read

Aku tidak pernah bangun suatu pagi dan berkata, “Ini gaya visualku.”

Gaya itu tidak datang dari keputusan.

Ia tumbuh pelan, dari banyak sesi foto, dari kebingungan, dari percobaan yang kadang berhasil dan kadang terasa gagal.

Dan justru dari proses itulah aku mulai mengenali caraku sendiri berada di depan kamera.


Awalnya Aku Mencoba Menjadi Banyak Hal

Di awal perjalanan, aku banyak mencoba.

Aku meniru referensi. Aku mengikuti tren. Aku bereksperimen dengan berbagai pose, ekspresi, dan konsep.

Ada fase di mana aku ingin terlihat “seperti model profesional”.

Ada fase lain di mana aku ingin terlihat dramatis, kuat, atau berbeda.

Tidak semuanya terasa cocok.

Beberapa foto terlihat bagus, tapi tidak terasa jujur.

Dan di situlah aku mulai bertanya pada diri sendiri:


foto seperti apa yang benar-benar merepresentasikan aku?



Ketika Aku Berhenti Memaksa

Perubahan besar justru terjadi ketika aku berhenti mengejar gaya tertentu.

Aku mulai lebih banyak diam sebelum bergerak.

Lebih banyak mendengarkan suasana.

Lebih peka pada cahaya, jarak, dan ruang.

Aku menyadari bahwa tubuhku bereaksi lebih natural ketika aku tidak memaksakan pose.

Ekspresiku lebih hidup ketika aku tidak sibuk “terlihat bagus”.

Dari situ, gaya visualku mulai muncul dengan sendirinya.



Gaya Itu Terlihat dari Hal-Hal Kecil

Gaya visualku tidak ditentukan oleh satu pose atau satu jenis foto.

Ia terlihat dari pola yang berulang, tanpa aku sadari sebelumnya.

Beberapa hal yang sering muncul dalam karyaku:

  • ekspresi yang tenang, tidak berlebihan
  • gerakan kecil daripada pose besar
  • momen diam yang terasa lebih kuat
  • cahaya yang lembut atau kontras yang sengaja dibiarkan
  • emosi yang subtil, bukan ekspresif berlebihan

Aku mulai menerima bahwa caraku “bercerita” memang seperti itu.

Tidak semua foto harus berbicara keras.

Beberapa cukup berbisik.


Peranku sebagai Model dan Muse

Menemukan gaya visual juga mengubah caraku melihat peranku sendiri.

Sebagai model, aku belajar mengeksekusi arahan dengan lebih presisi.

Sebagai muse, aku belajar memberi ruang bagi intuisi dan improvisasi.

Aku tidak selalu tahu apa hasil akhirnya.

Tapi aku tahu bagaimana rasanya ketika sebuah foto “klik”.

Dan ketika itu terjadi, aku tahu aku berada di jalur yang benar.


Kolaborasi Membentuk Karakter

Gaya visualku tidak tumbuh sendirian.

Ia dibentuk oleh kolaborasi.

Setiap fotografer membawa cara melihat yang berbeda.

Setiap project memberi sudut pandang baru.

Ada kolaborasi yang terasa cepat dan spontan.

Ada juga yang membutuhkan proses panjang dan diskusi mendalam.

Dari semua itu, aku belajar satu hal penting:


gaya visual tidak lahir dari kontrol, tapi dari kepercayaan.



Aku Masih Menemukan, Bukan Menyimpulkan

Aku tidak menganggap gaya visualku sudah final.

Ia masih berubah, berkembang, dan bereaksi terhadap pengalaman baru.

Yang aku jaga sekarang bukan bentuknya, tapi kejujurannya.

Selama aku masih bisa hadir sepenuhnya di depan kamera,

selama aku masih bisa merasakan prosesnya,

aku tahu gaya itu akan terus berkembang dengan sendirinya.



Menemukan gaya visual bukan tentang memilih satu identitas dan berhenti di sana.

Ia tentang memahami diri sendiri, lalu memberi ruang bagi perubahan.

Sebagai model dan muse, aku tidak ingin terlihat sempurna.

Aku ingin terlihat utuh.

Dan perjalanan itu masih berlangsung

portfolio visualku.

Contact.

LET'S WORK

TOGETHER

Nisa Aulia — Model, Muse, and Creative Portfolio. Made With ❤ by heruu.js