(Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis)
Islam memberikan penjelasan yang jelas dan mendalam tentang asal mula kehidupan. Berbeda dengan teori yang hanya berlandaskan pengamatan ilmiah, Islam memadukan wahyu Allah SWT melalui Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber utama. Kehidupan menurut Islam bukan terjadi secara kebetulan, melainkan diciptakan dengan tujuan dan hikmah yang besar.
Kehidupan Berasal dari Allah SWT
Dalam Islam, Allah SWT adalah satu-satunya pencipta seluruh kehidupan. Tidak ada makhluk hidup yang ada tanpa kehendak dan kekuasaan-Nya.
Allah SWT berfirman:
اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۙ وَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْل
“Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.”
(QS. Az-Zumar: 62)
Ayat ini menegaskan bahwa semua bentuk kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk lainnya diciptakan dan dijaga langsung oleh Allah SWT.
Air sebagai Sumber Kehidupan

Salah satu penjelasan penting dalam Islam tentang asal mula kehidupan adalah bahwa air merupakan unsur utama kehidupan.
Allah SWT berfirman:
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30)
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan di bumi bermula dari air, sebuah fakta yang juga selaras dengan ilmu pengetahuan modern. Namun, Islam telah menyampaikannya jauh sebelum sains berkembang.
Penciptaan Manusia Pertama: Nabi Adam AS

Menurut Islam, manusia pertama adalah Nabi Adam AS, yang diciptakan langsung oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ طِيْنٍ
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.”
(QS. Shad: 71)
Proses penciptaan Nabi Adam AS menjadi awal kehidupan manusia, kemudian Allah menciptakan Hawa sebagai pasangannya dan dari keduanya berkembanglah umat manusia.
Tahapan Penciptaan Manusia

Islam juga menjelaskan tahapan penciptaan manusia secara biologis di dalam rahim.
Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍۚ , ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍۖ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani dalam tempat yang kokoh (rahim).”
(QS. Al-Mu’minun: 12–13)
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia berkembang melalui tahapan yang teratur dan sempurna atas kehendak Allah SWT.
Hadis tentang Penciptaan Kehidupan
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan proses penciptaan manusia dalam sebuah hadis:
عَنْ اَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِى بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنُ فِيْ ذَلِكَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِىٌّ أَوْ سَعِيْدٌ فَوَالَّذِى لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari (berupa nutfah/sperma), kemudian menjadi alaqah (segumpal darah) selama waktu itu juga, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentutkan yaitu; rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa kehidupan manusia diciptakan melalui proses yang telah ditetapkan Allah dengan sangat rinci.
Tujuan Diciptakannya Kehidupan
Islam tidak hanya menjelaskan asal mula kehidupan, tetapi juga tujuan kehidupan itu sendiri.
Allah SWT berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Tujuan utama kehidupan menurut Islam adalah beribadah kepada Allah SWT, mengenal-Nya, serta menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.
Asal mula kehidupan menurut Islam menegaskan bahwa seluruh makhluk hidup diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan dan ketetapan yang jelas. Kehidupan tidak terjadi secara kebetulan, melainkan melalui proses penciptaan yang teratur dan penuh hikmah sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis.
Pemahaman ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT sebagai Sang Pencipta, sekaligus mengingatkan manusia akan asal-usulnya yang sederhana. Dengan menyadari asal mula kehidupan menurut Islam, manusia diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur, kerendahan hati, serta tanggung jawab untuk menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya dan menjaga amanah sebagai khalifah di bumi.
Baca juga : Kisah 25 Nabi dan Rasul serta Mukjizatnya
link:
https://nisaaulia.com/blog/kisah-25-nabi-dan-rasul-serta-mukjizatnya
